Admin Kecamatan
16-07-2026
KECAMATAN PASARKLIWON SELENGGARAKAN PENINGKATAN KAPASITAS
SATLINMAS
Guna meningkatkan kapasitas anggota Satlinmas, Pemerintah
Kecamatan Pasarkliwon Kota Surakarta telah menyelenggarakan Pelatihan Gerakan
Dasar Pengaturan Lalu Lintas serta Peraturan Baris-Berbaris pada Hari Rabu
(15/7). Acara bertempat Pendopo dan Halaman Kecamatan Pasarkliwon, dilanjutkan
Praktek Pengaturan lalu Lintas di Perempatan Nglebak, Kusumodilagan, Joyosuran.
Sebagai Narasumber dalam pelatihan ini adalah Ipda Sugiyanta (Kanit Binmas
Polsekta Pasarkliwon Kota Surakarta) dan Aipda Agus Margono (Bhabinkamtibmas
Kelurahan Kampung Baru).
Mewakili Camat Pasarkliwon Drs. M. Nasrullah MPA dalam
laporannya menjelaskan bahwa Urgensi Satlinmas dalam pelatihan ini karena Peran
Satlinmas turut Mewujudkan Ketertiban dan Keselamatan Jalan di Lingkungan
Masyarakat. Berdasar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kewenangan diskresi kepolisian dalam
bidang pengaturan lalu lintas dapat didelegasikan atau dibantu oleh unsur
masyarakat terlatih (Satlinmas).
Pelatihan ini mendesak karena bertambah
padatnya arus lalu Lintas Kota Surakarta terutama di Kecamatan Pasarkliwon
sehingga dengan pelatihan ini Satlinmas bisa membantu:
1) mengurangi Kemacetan
di titik rawan seperti persimpangan tanpa APIL
2) Menurunkan risiko
kecelakaan akibat kelalaian atau pelanggaran pengguna jalan
3) menambah Kepercayaan
Masyarakat karena Kehadiran petugas berseragam yang kompeten memberikan rasa
aman.
Selanjutnya sebagai follow up pelatihan ini, nantinya Camat akan
menugaskan Linmas rutin menjaga persimpangan yang belum ada APIL ataupun belum
ada petugas serta persimpangan rawan kecelakaan, terutama di jam-jam padat lalu
lintas.
Gerakan Dasar Pengaturan Lalu Lintas
Pada sesi pertama, Ipda Sugiyanta menekankan pentingnya penguasaan gerakan
tangan yang tegas serta artikulasi peluit yang jelas untuk mengurai kemacetan
maupun menangani situasi darurat di jalan raya.
Ada tiga poin utama yang diajarkan, yaitu =
1) isyarat
menghentikan arus disertai menggunakan satu tiupan peluit panjang
2) isyarat
menjalankan arus disertai dengan dua tiupan peluit pendek teratur
3) isyarat
mengatur kecepatan kendaraan disertai tiga tiupan peluit pendek secara
berulang.
Usai pemaparan materi Sugiyanta langsung mengajak peserta
praktek di Lokasi maupun di peserta ke lapangan yakni berjalan 1 km ke
Perempatan Nglebak untuk mempraktikkan simulasi pengaturan arus kendaraan
secara riil, lengkap dengan koreksi sikap tubuh di tempat.
Pelatihan PBB
Setelah pelatihan pengaturan lalu lintas dilanjutkan Sesi kedua dengan
pelatihan PBB yang dipimpin oleh Aipda Agus Margono. Dalam sesi teorinya, Agus
Margono menyampaikan bahwa PBB bukan sekadar latihan fisik baris-berbaris,
melainkan instrumen utama untuk membentuk karakter, menanamkan rasa disiplin
yang tinggi, loyalitas, serta melatih konsentrasi personel dalam menerima
komando.
Usai teori peserta langsung memimpin praktek fisik di
halaman kecamatan. Para peserta digembleng dengan latihan gerakan di tempat
seperti sikap sempurna, istirahat, dan perubahan arah. Tak hanya itu, mereka
juga melatih gerakan berjalan secara berkelompok demi menjaga keseragaman
ketukan langkah kaki dan kelurusan formasi barisan.